Halaman

Tampilkan postingan dengan label maybe yes maybe no. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label maybe yes maybe no. Tampilkan semua postingan

Kamis, 07 Agustus 2008

Cukupkah dg perasaan nyaman?

Relationship_status_1 Salah satu hikmah dari semua yg terjadi sampai hari ini adl bahwa aq harus banyak2 belajar….. terutama dari org2 yg memang sudah berpengalaman dalam hal ini.

Jujur, klu pun sejauh ini sudah banyak teori yg memenuhi batok kepalaku, tp rasanya itu belum cukup. Aq harus bertanya lgsg dr pengalaman org2 yg memang pernah mengalami masa2 itu.

Maka rajinlah aq bertanya sama my best friend-kholid. Lucu jg kl dipikir2, waktu dia ngalamin masalah kyk gini kira2 setaun lalu, dia slalu curhat sm aq…. ‘N dg lagak yg sok bijak, aq kasih komen dan sedikit saran sekenanya…. Hahaha…. Skg berbalik… aq jadi byk nanya sm dia…. You know what, apa komentar dia, “kasian nt san…… blm nikah jg!” uppsss….

Ada lagi tmn SMAku, Krisbudi, yg dg semena2 ngebut meninggalkan diriku. Coz bkn cm dah ninggalin nikah, tp dia dah pny ‘buntut’ 2 ekor (upss..hehe….). Kl Budi ini byk kasih masukan yg bersumber dari kisah nyatanya dia dan sudut pandang istrinya sbg seorang wanita. Hmm.. makasih ya Bud.. Kpn2 qt ngbrol lg :)

Perjalanan pulang di dlm KRL dua hari lalu pun tak kulewatkan utk belajar. Kali ini dari Mas Syarif, tmn sekantor. Dg sukarela ia pun bertutur ttg ‘romantisme’ masa lalunya sbg pasangan mhs Indo di Mesir.. (untungnya waktu itu KRL ga terlalu berjubel, jadi cukup nyaman utk ngobrol..)

Naah, soal nyaman ini….. Jujur lagi nih. Sbnrny ada pertanyaan besar yg masih menggelanyut di dlm pikiranku ini. Apa iya semua cukup dg: “ok, aq ngerasa nyaman sm kmu, n aq pikir kmu jg begitu…” ??

Any comment?

Kamis, 15 Mei 2008

Cinta Sederhana Lelaki Surga


Dua tahun lalu saya bertemu dengannya. Lelaki setengah baya yang oleh keluarganya dianggap malaikat. Betapa tidak, pekerjaannya hanya tukang sapu daerah Hay Sabi’, sudah 24 tahun menurut pengakuannya ia menjalani profesinya itu. Dan hanya 200 Pounds ia mendapat upah dari kerja kerasnya. Memang tak seberapa berarti uang itu jika diukur untuk kebutuhan empat orang anak-anaknya di Thanta. Tetapi saya tidak menemukan guratan beban hidup di wajahnya. Justru sinar wajah yang menyejukkan orang yang menatapnya. Hati saya pun tak kuasa berdusta, engkau memang lelaki surga. Mungkin lelaki ini seperti gambaran Miranda Risang Ayu, "tarikan nafasnya bismillah, dan gerak tangannya adalah tasbih."

Saya pernah curiga ketika bertamu ke daerah selatan Kairo, ke rumah keluarga Tenaga Kerja Ahli yang sangat mapan. Saya merasa janggal ketika sang suami hanya memanggil si istri dengan nama aslinya, tanpa ‘gelar kehormatan’ seperti Ummi, Bunda atau Mama. Bukankah itu lebih baik, apalagi di depan anak-anak?

Pertanyaan itu saya simpan saja dalam hati, berusaha mengerti, itu mungin sudah menjadi kebiasaan bertahun-tahun, dan bukan berarti tidak ada cinta. Beberapa waktu kemudian saya menemukan jawabannya, sang suami tenyata bukanlah orang yang kaku. Sederhana saja, ditengah kelelahan sepulang kerja, ia lekas berganti baju dan membantu istrinya di dapur yang sedang memasak. Dan yang menjadi catatan bagi saya, sikap sabar kepada anak-anaknya begitu besar. Ah, haruskah engkau juga kusebut lelaki surga.

Kedua kisah tadi telah memberi saya makna yang dalam. Bahwa mencintai tidak harus selalu dengan kata-kata romantis, meski itu diperlukan. Cinta itu aplikatif, ada dalam kerja-kerja nyata dan realitis. Bukan hanya dalam tata bahasa yang mempesona diantara sepasang manusia. Bekerja mencari nafkah untuk keluarga adalah cinta, meringankan pekerjaan istri―juga―berarti cinta. Dan segala pekerjaan yang melahirkan rasa senang orang lain kepada kita itu merupakan benih-benih cinta. Dakwah para Nabi kepada umat manusia merupakan aplikasi dari cinta. Terciptanya alam ini, kata Ibnu Qayyim, karena kehendak dan cinta.

Cinta tidak terbatas ruang dan waktu, menjelma dalam kondisi apa saja. Tidak juga berbentuk benda, tetapi sebuah rasa. Karena itulah walau pun kepayahan, seorang ibu tetap mau menyusui bayinya. Seorang ayah rela menahan rasa haus dan lapar saat mencari nafkah. Dua orang yang berteman mau berkorban apa saja kepada sahabatnya. Tetapi Islam buru-buru memberi peringatan, bahwa saling menyintai ada aturannya, “teman-teman karib pada hari itu saling bermusuhan satu sama lain, kecuali mereka yang bertakwa.” (Q.S. 43: 67) Ya, apa dan siapa pun yang kita cintai harus berada dalam koridor takwa.

Cinta sederhana, berasal dari lelaki surga. Lelaki yang selalu setia menjadi pendengar keluh-kesah keluarganya; lelaki yang suka meringankan pekerjaan istri-istrinya; lelaki agung seperti Rasulullah SAW yang menjahit sandalnya sendiri. Dimana sekarang lelaki-lelaki itu? Engkau, Anda, ataukah kita semua para lelaki. Saya tidak tahu! Tapi yakinlah, seluruh perempuan merindukan lelaki seperti itu.

source:abunahidh.multiply.com

Selasa, 29 April 2008

Cinta itu…

Pagi yg cerah…. Mari qt awali hari baru ini dg membahas soal cinta ^_^

Siapa sih yg ga pernah jatuh cinta? Ha..ha… membahas soal cinta mmg seperti gada abis2nya.. Banyak orang tergila2 karena cinta, terobsesi dibuatnya. Atau ad jg yg bunuh diri atas nama cinta. Lagu2 cinta dibuat dan selalu didendangkan dimana-mana. Semua kisah sinetron selalu menghadirkan kisah cinta. Novel2 laris pun sering dibumbui cerita romansa para tokoh di dalamnya. Cinta, cinta dan cinta.

Tapi sebentar, apa sebenarnya cinta itu? Sudahkah qt benar2 memahami hakikatnya?

Aq sendiri pernah baca satu artikel bagus, yg diambil dari majalah Tarbawi halaman paling belakang (dlu aq termasuk pembaca setia artikel halaman belakang majalah ini). Aq jg sering ngutip artikel ini waktu ngbrol sm orang2 terdekat (dan org2 yg pernah dekat) soal cinta ini:

Cinta itu terdiri dari 3 hal. Visi, Emosi dan Aksi. Sygnya byk diantara qt yg lebih fokus memaknai cinta sbg Emosi semata, dg melupakan Visi dan Aksinya. Padahal, Visilah yg akan menentukan arah tujuan kemana cinta yg qt miliki akan dibawa. Aksi yg akan menunjukkan seberapa murni rasa cinta qt dalam rangka mewujudkan Visi yg telah kita sepakati di awal.

Emg sih, Emosi jg bagian dari cinta itu. Adanya rasa sayang, rindu, selalu ingin berdua, cemburu dan ingin melindungi akan memperkuat cinta qt. Emosi lah yg berfungsi sebagai penghantar antara Visi cinta yg qt miliki dg Aksi2 yg akan qt lakukan atas nama cinta itu sendiri.

Lalu, apakah mungkin qt menikah dan menjalani sisa hidup qt ini dg org yg tdk qt cintai? Aq pribadi berpendapat itu sesuatu yg mungkin terjadi. Karena toh cinta itu bisa qt tumbuhkan. Mereka yg hari ini jatuh cinta pun, pasti awalnya merasa biasa2 aj sama pasangannya. Nah, masalahnya, apakah cinta itu tumbuh sebelum atau sesudah qt memutuskan utk menikah?

Btw, yuk qt tumbuhkan dan pelihara cinta qt dg Visi yg menuntun, Emosi yg produktif dan Aksi2 yg sepenuh hati dan jauh dari kepalsuan.

Selasa, 15 Januari 2008

Kompor Meledug


Setiap orang bisa mengambil peran sebagai sang pengompor… orang yang mengompori, memanasi atau pinjam istilah teman dlu di kampus, tukang gosok-gosok. Atw kl mw lebih halus bahasanya ya orang yg memberikan motivasi, semangat dan mendorong orang lain untuk melakukan sesuatu.

Dan semalam, aku pun dikompor2in. Ga tanggung2, ada 2 orang yg berusaha ngompor2i diriku. Hal itu dilakukan di depan 2 orang lagi yg hanya mesam-mesem. Lokasi kejadian ada di warung pojok-ku tercinta..hehe...

Mas Ujang, yg memang beberapa hari terakhir ini rajin ngomporin aq, memulai prosesi kompor-mengompori malam itu.

Mas Ujang : Ihsan itu ga yakin aja... Padahal kerja udah... jadi pengusaha kelontong pula.... tunggu apa lagi?

Pelaku pengompor kedua bernama Jamil. Dia yg memang sudah punya rencana yang mantap untuk segera melepas masa lajangnya itu.

Jamil : San, buruan nikah, biar agamanya semakin diluruskan. *jujur, aq ga ngerti maksudnya, kl agamanya digenapkan mgkn aq lebih nyambung*

Untungnya, proses mengompori ini tidak berlangsung lama. Bunyi derum motor Mas Anto mengingatkan aq untuk segera meninggalkan medan laga yg sudah mulai memanas itu =p

Tapi, besar kemungkinan, kl aq ketemu mereka lagi di lain kesempatan, mereka akan mencoba ngompor2in lagi apalagi kl mereka merasa aq belum cukup terkompori shg mnjadi panas dan melakukan apa yg mereka kompori.

Masalahnya, kl kelamaan n keseringan malah bisa2 kompornya meledug!
=p